Artikel

Apa Arti Menjadi Dewasa di Sekitar Remaja?Tentang Norma, Kekerasan, dan Tanggung Jawab Kita.

Catatan Refleksi Akhir Tahun Sekolah AMAN. oleh: Ima Gita. Pada suatu pelatihan, saya sedang memperhatikan sesi tentang Sex vs Gender di tengah para peserta yang sebagian besar merupakan guru. Saat membahas soal perbedaan antara laki-laki dan perempuan, seseorang beropini, “Kalau laki-laki sarapannya pisang, telornya dua ditaruh di sampingnya.” Kita semua tahu ia sedang menggambarkan alat […]

Apa Arti Menjadi Dewasa di Sekitar Remaja?Tentang Norma, Kekerasan, dan Tanggung Jawab Kita. Read More »

Norma Gender dan Bullying di Sekolah: Mengapa Pelatihan Sekolah Aman Perlu Membahas Gender?

Bullying seringkali dipahami sebagai persoalan perilaku individu: ada pelaku, ada korban, lalu solusi dianggap cukup dengan menegur atau menghukum. Namun, pendekatan ini kerap gagal menyentuh akar masalah. Banyak praktik perundungan justru tumbuh dari sesuatu yang dianggap “normal” dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, yaitu norma gender sebagai aturan tidak tertulis tentang bagaimana anak laki-laki dan perempuan

Norma Gender dan Bullying di Sekolah: Mengapa Pelatihan Sekolah Aman Perlu Membahas Gender? Read More »

Bencana, Remaja dan Jeda Bersama

Tanggal 21 Desember Kisara PKBI Bali melaksanakan kegiatan di Teman Sayur. Di tengah padatnya Kota Denpasar, di antara bangunan yang rapat dan ritme hidup yang serba cepat, Kisara mengajak remaja untuk berhenti sejenak. Merekam kilas balik perjalanan satu tahun, menarik napas, mengendapkan rasa, dan saling menguatkan. Kegiatan bertajuk “Jeda Sejenak: Menangkap Kekuatan dan Membangun Collective

Bencana, Remaja dan Jeda Bersama Read More »

Bullying dan Tren Menyakiti Diri Sendiri pada Remaja: Alarm yang Tak Bisa Diabaikan

Dalam beberapa tahun terakhir, isu kesehatan mental remaja semakin mendapat sorotan. Di balik aktivitas sekolah, pergaulan, dan media sosial, banyak remaja menghadapi tekanan emosional yang tidak selalu terlihat. Salah satu fenomena yang paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm), yaitu tindakan melukai tubuh secara sengaja tanpa tujuan bunuh diri. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa

Bullying dan Tren Menyakiti Diri Sendiri pada Remaja: Alarm yang Tak Bisa Diabaikan Read More »

Mencari Data dalam Penelusuran Jejak Perundungan : Cerita Perjalanan Enumerator Sekolah Aman

​Di tengah berkembangnya upaya program Sekolah Aman Dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa, pemetaan kasus perundungan merupakan langkah krusial guna memahami realitas yang mereka alami di lingkungan sekolah. Ni Kadek Novianti atau akrab disapa Via, merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 7 yang menjadi salah satu sosok di balik proses pemetaan data

Mencari Data dalam Penelusuran Jejak Perundungan : Cerita Perjalanan Enumerator Sekolah Aman Read More »

LUKA TAK KASAT MATA: BULLY RENGGUT KESEHATAN MENTAL GENERASI MUDA

Setiap tahunnya terdapat ratusan juta anak yang pulang ke rumah dengan perasaan tidak berharga akibat dari tindakan bullying. Hampir satu dari tiga siswa di dunia mengalami kekerasan atau perundungan di sekolah. UNESCO memperkirakan bahwa secara global, sekitar 246 juta anak dan remaja mengalami berbagai bentuk kekerasan berbasis gender di dalam maupun di sekitar sekolah setiap

LUKA TAK KASAT MATA: BULLY RENGGUT KESEHATAN MENTAL GENERASI MUDA Read More »

Hari AIDS Sedunia 2025: Ketika Perubahan Menguji, Layanan HIV Tidak Boleh Goyah

Oleh:  dr. Oka Negara – Ketua Pengurus PKBI Daerah Bali Perubahan sering datang tanpa tanda, tetapi dampaknya terasa di mana-mana. Dalam isu HIV, berbagai perubahan sosial, mobilitas masyarakat, hingga pergeseran pendanaan kesehatan tidak boleh membuat layanan HIV melemah. Sebab, di balik setiap layanan yang bertahan, ada kehidupan yang diperpanjang dan masa depan yang dijaga. Itulah

Hari AIDS Sedunia 2025: Ketika Perubahan Menguji, Layanan HIV Tidak Boleh Goyah Read More »

Kolaborasi untuk Mengakhiri Kekerasan Berbasis Gender dan Perkawinan Anak

Pada 10 September 2025, UN Women dan UN Trust Fund menyelenggarakan Indonesia Country Exchange with UNTF Grantee Partners. Pertemuan virtual ini mempertemukan UN Women di tingkat nasional hingga regional dengan organisasi mitra penerima hibah UN Trust Fund di Indonesia. Pertemuan ini menjadi ruang aman untuk berbagi pengalaman, mempresentasikan program, sekaligus menemukan peluang kolaborasi dalam upaya

Kolaborasi untuk Mengakhiri Kekerasan Berbasis Gender dan Perkawinan Anak Read More »

Screening Film Luka dan Suara di Balik Kota

Kisara (Kita Sayang Remaja) menyelenggarakan screening film vertikal di acara Urban Social Forum (USF) – Sebuah forum yang di desain bagi masyarakat kota untuk membicarakan kota dengan segala isu sosialnya. Forum ini menjadi sebuah ruang yang inklusif untuk mengimajinasikan, menciptakan dan mengafirmasi kota yang lebih nyaman untuk ditempati. USF menjadi sebuah festival yang mengangkat berbagai

Screening Film Luka dan Suara di Balik Kota Read More »

UJI PUBLIK BUKU IHCP 2025: MENDORONG KEADILAN MELALUI AKSES SETARA

Dalam upaya memperkuat advokasi berbasis bukti dan memperluas cakupan kebijakan yang inklusif, Kisara PKBI Bali melalui program Indonesia Healthy Cities with Pride (IHCP) melaksanakan uji publik dua buku utama hasil pengembangan media edukasi dan advokasi. Dua buku tersebut adalah buku interseksionalitas isu Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan kekerasan seksual dengan judul “Kota Sehat, Kota Inklusif:

UJI PUBLIK BUKU IHCP 2025: MENDORONG KEADILAN MELALUI AKSES SETARA Read More »

Scroll to Top