
Senin, 17 November 2025, Bali menjadi pusat perhatian internasional ketika International Planned Parenthood Federation (IPPF) menggelar Sidang Umum (General Assembly) yang menghadirkan lebih dari 120 delegasi dari berbagai negara. Sebagai tuan rumah, PKBI Nasional mengajak para delegasi untuk melihat lebih dekat bagaimana perjuangan pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi dilakukan di Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PKBI Daerah Bali menjadi salah satu titik penting yang dikunjungi, menghadirkan pengalaman langsung tentang bagaimana nilai-nilai lokal berpadu dengan gerakan global.
Kedatangan delegasi disambut hangat oleh Ketua Pengurus PKBI Daerah Bali, dr. Oka Negara. Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan dua filosofi Bali, Menyama Braya dan Tat Twam Asi yang selama ini menjadi napas gerakan PKBI Daerah Bali. Menyama Braya mengajarkan bahwa semua manusia adalah keluarga, sementara Tat Twam Asi mengingatkan bahwa diri kita adalah bagian dari orang lain. Kedua prinsip ini, menurutnya, sejalan dengan nilai universal IPPF yang menekankan penghargaan terhadap martabat manusia dan layanan yang inklusif tanpa diskriminasi. “Inilah yang terus kami jaga dalam setiap langkah, dari klinik hingga program remaja,” ujar dr. Oka.
Suasana kunjungan semakin hidup ketika para relawan remaja KISARA menampilkan teater berjudul “The Jokes Was On Me.” Teater ini menggambarkan secara menyentuh bagaimana bullying dapat tumbuh dari trauma, candaan yang tidak sensitif, serta kebiasaan meremehkan perasaan orang lain. Para delegasi melihat bagaimana pesan tentang kesehatan mental disampaikan dengan cara kreatif yang dekat dengan kehidupan remaja. Pertunjukan ini bukan hanya karya seni, tetapi juga bentuk edukasi yang kuat tentang pentingnya relasi sehat dan empati.
Setelah pertunjukan, delegasi diajak melihat perjalanan KISARA sebagai program remaja PKBI Daerah Bali. Para relawan menunjukkan berbagai media edukasi yang mereka kembangkan, nilai-nilai gerakan yang mereka pegang, serta upaya wirausaha sosial yang dibentuk guna mendukung keberlanjutan kegiatan mereka. wirausaha sosial itu diberinama @berimanfaat.co dengan produknya lebih banyak berisikan pesan-pesan kampanye yang disampaikan KISARA. Para delegasi antusia berbagai pengetahuan dan bertukar perspektif dalam menjadikan gerakan remaja sebagai gerakan yang penting dalam pemenuhan hak-hak seksual dan reproduksi.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Klinik Catur Warga, klinik PKBI Daerah Bali yang telah berdiri sejak 1985. Di sini, delegasi mengamati langsung layanan yang diberikan kepada ibu, anak, kelompok rentan, remaja, hingga komunitas ragam gender. Klinik ini menjalankan prinsip universal, tanpa diskriminasi, tidak meninggalkan siapapun, tidak menambah luka, dan selalu menempatkan kepentingan klien sebagai pusat keputusan. Para delegasi menyaksikan bagaimana nilai-nilai inklusif diterapkan dalam praktik sehari-hari oleh Klinik Catur Warga.Kunjungan IPPF ke PKBI Daerah Bali menjadi momentum penting yang menghadirkan rasa solidaritas antara gerakan lokal dan global. Para delegasi melihat bahwa perjuangan pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi di Bali bukan sekadar layanan, tetapi gerakan yang hidup dalam budaya, nilai, dan komitmen relawannya. Bagi PKBI Daerah Bali, kunjungan ini memberikan energi baru, pengingat bahwa perjuangan ini dilakukan bersama, dalam jaringan besar yang bekerja untuk tujuan yang sama. Inilah yang menguatkan PKBI Daerah Bali untuk terus melangkah dengan semangat “dari lokal untuk dampak global,” memastikan setiap individu, terutama yang rentan, mendapatkan akses layanan yang adil, aman, dan penuh penghargaan terhadap martabat manusia. Sesuai dengan tema Sidang Umum IPPF 2025 yaitu Lead With Love, care With Courage.




















